Bengkulu Utara,- Jalan lintas Barat (Jalimbar) Sumatra di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu terjadi ambals hingga hampir menelan setengah badan jalan akibat abrasi dari terjangan ombak laut di perairan Samudra Indonesia.

Lokasi Jalan yang mengalami amblas akibat abrasi pantai yang sangat parah itu, berada di pinggir pantai Desa Urai dan Serangai, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.
Dari pantauan Tim Koalisi LSM dan Media Onlene Rajawalitoday.com Kamis ( 11/9/2025) beberapa titik lokasi area jalan yang terjadi amblas akibat bencana alam ini, belum dilakukan penanganan oleh pihak terkait.
Pada titik – titik area jalan yang mengalami amblas, hanya diberi garis tanda pengaman berupa garis hitam-kuning untuk menandai area yang tidak aman bagi pengguna jalan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

“Amran (54), salah warga masyarakat Desa Serangai, dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa peristiwa amblanya ruas jalan yang ada didesanya terjadi beberapa bulan yang lalu, masyarakat di sekitar ini sangat mengkhawatirkan jalan ini putus total, hal ini tentu sangat menganggu aktivitas warga untuk berpergian keluar,”ujarnya
Ia mengatakan pihak pemerintah setempat juga telah menghimbau agar warga masyarakat yang mengendari sepeda motor maupun mobil hendaknya berhati – hati ketika melintas pada area jalan yang terjadi ambals, terutama pada saat malam hari karena minim penerangan.
pengendara untuk waspada saat melintasi jalur ini, apalagi kondisi jalur di titik abrasi tersebut di tikungan dan tanjakan. Selain itu, jalur di sekitar lokasi juga minim penerangan, sehingga pengendara kerap tidak melihat jalan yang amblas,”imbaunya
Ia pun mengharapkan pihak Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumbar Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatra VII Provinsi Bengulu dan Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Bengkulu melakukan perbaikan pada beberapa titik ruas jalan yang terjadi ambals akibat bencana alam itu.
Karena kondisinya pun sangat membahayakan pengendara jalan, mengingat kondisi jalan tanpa ada pembatas disertai dengan minimnya lampu penerangan. Kita ketahui Jalan Lintas Barat Sumatera merupakan akses penghubung antar kabupaten sebagai urat nadi perekonomian masyarakat. (Tim/red)



















