banner 728x250

PPK IRA II Bantah Tudingan Gunakan Matrial Ilegal Di Proyek Rehabilitasi Bendung Air Alas

  • Bagikan
banner 468x60

Seluma – Kendati berbagai pihak menuding pekerjaan proyek Rehabilitasi Bendung Daerah Irigasi Air Alas yang terletak di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu disebut – sebut mengunakan bahan matrial diduga illegal, namun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa II SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Sumatera VII Bengkulu, Aspawi, ST,membantah tudingan itu.

“Ia mengatakan bahwa proyek Rehabilitasi Bendungan D.I Air Alas Kabupaten Seluma Tahun 2025 berjalan sesuai standar teknis dan prosedur yang berlaku,”tegas Aspawi, Jumat ( 20/2/2026)

Example 300x600

“Tudingan berbagai pihak yang menyebut adanya penggunaan material illegal pada proyek Rehabilitasi Bendung D.I Air Alas, kami pastikan itu tidak benar. Semua material yang digunakan berasal dari kuari berizin dan memenuhi standar teknis. Hal itu  menjadi syarat mutlak dalam pekerjaan agar mutu dan kualitas hasilnya terjamin,” tegas Aspawi.

“Terkait aktivitas pengerukan material di lokasi proyek merupakan bagian dari pekerjaan kisdam, yakni konstruksi sementara untuk menahan aliran air agar tidak masuk ke area galian utama. Material setempat yang digunakan di lokasi itu hanya bersifat sementara, dipakai untuk kisdam saja, bukan untuk struktur bangunan utama,”ujarnya.

Proyek yang dikerjakan oleh PT. Bangun Konstruksi Persada saat ini sedang dalam tahap penyelesaian, memang waktu pelaksanaan berakhir 31 Desember 2025, namun sesuai dengan PMK Nomor 84 Tahun 2025, dimungkinkan untuk memberikan kesempatan maksimal 90 hari kalender.

“Dengan pemberian sanksi dan Pemberian kesempatan yang diberikan tentu saja dalam rangka memberikan kesempatan kepada penyedia jasa untuk menyelesaikan keseluruhan pekerjaan dengan tetap memastikan mutu sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar berlaku.” Jelas Aspawi .

Lebih lanjut ia juga menyampaikan fakta di lapangan kenapa proyek Rehabilitasi Bendung D.I Air Alas tidak selesai tepat waktu. “Hal ini terjadi karena beberapa kendala, seperti cuaca, masalah sosial masyarakat sekitar, serta kebijakan efisiensi. Insaallah dalam dekat pekerjaan dapat diselesaikan.” pungkas Aspawi.(red)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *