Empat Lawang – Warga Desa Muara Aman, Kecamatan Pasmah Air Keruh, meminta Tim Satuan Tugas (Satgas) Swasembada Pangan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Selatan untuk Kabupaten Empat Lawang meninjau cetak sawah Kelompok Tani Mutiara di Desa Muara Aman,Kecamatan Pamah Air Keruh yang saat ini terhenti pengerjaannya.

Hal teresebut disampaikan Zainal Antoni, warga Desa Asal Muara Aman yang memiliki areal persawahan seluas lebih kurang 1,2 ha di ataran padang perandunan Desa Muara Aman.

Dari pantauan dilapangan luas areal cetak sawah untuk Kelompok Tani Mutiara Desa Muara Aman yang direncanakan seluas 19,96 ha, baru tercetak hanya sebagian kecil namun sudah terhenti pengerjaanya karena alat berat mengalami kerusakan.
Program Cetak Sawah merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam mendukung visi Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Program ini menjadi bagian dari Quick Wins ketiga, yaitu mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian secara efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Dengan mendukung komoditas utama padi, program ini tidak hanya mendukung lumbung pangan desa dan daerah, tetapi juga menjadi pilar penting dalam mewujudkan misi Asta Cita kedua: memantapkan sistem pertahanan dan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.
“Maka oleh karena itu, sebagai warga masyarakat Desa Muara Aman meminta dan mengharapkan Tim Satgas Swasembada Pangan BRMP Sumatera Selatan dan Dinas Pertanian Kabupaten Emat Lawang untuk meninjau langsung kelapangan, jangan sampai program Cetak Sawah Tahun 2025 upaya strategis menuju swasembada pangan dari Kementerian Pertanian “gagal memberikan asas kemanfaatan bagi warga masyarakat khususnya di Desa Muara Aman,” kata Zainal Antoni
“Pada prinsipnya kita sangat mendukung pemerintah Kabupaten Empat Lawang melaksanakan program cetak sawah rakyat yang melibatkan TNI dan pihak terkait lainnya, namun demikian karena ini adalah program nasional dari kementerian pertanian untuk mendukung swasembada pangan yang di biayai dari anggaran dana APBN sangat disayangkan bila terhenti sekian lama pengerjaannya. Karena masyarakat sangat berharap lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menanam padi seperti di desa lainnya dikecamatan pasmah Air Keruh,” ungkap Zainal ( red)



















