BENGKULU – PT. Gali Medan Persada kontraktor pelaksana paket Preservasi Ruas Jalan Lais – Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara, pastikan mengutamakan dan menjaga kualitas dalam pelaksanan pekerjaan fisik dilapangan. Hal tersebut disampaikan Saparudin Kepala Cabang PT. Gali Medang Persada Bengkulu, Kamis ( 11/6/2026) di Bengkulu.

“Menaggapi penyataan Sekretaris Perhimpunan Rakyat Progresif (PRP ) Provinsi Bengkulu, Deno Andeska Marlandone, ada indikasi kuat ketebalan timbunan pilihan (sub-base course) sengaja ditinggikan dari yang seharusnya agar bisa mengurangi volume agregat kelas A atau memotong ketebalan aspal, penyataan itu sangat tendensius dan tidak benar. Sebab, pekerkaan diawasi oleh pihak konsultan dan berbagai pihak lainnya. Lagi pula proyek ini masih dalam proses pelaksanaan pengerjaan,” ungkap Saparudin.

Pihaknya sebagai Penyedia Jasa berkomitmen menjaga kualitas dalam pelaksanaan pekerjaan agar menghasilkan kemantapan jaringan jalan nasional guna mendukung konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ruas Jalan Lais- Kerkap merupakan salah satu akses penghubung antawilayah yang penting bagi aktivitas masyarakat dan perekonomian di Bengkulu Utara dan sekitarnya. Oleh karena itu, PT. Gali Medan Persada yang dipercaya Kementerian PU melaksanakan pekerjaan jalan ini, memastikan penanganan terus dilakukan secara bertahap, terencana, agar jalan laik fungsi,” kata Saparudin.

“Ia menjelaskan, kegiatan preservasi ini dilaksanakan dengan skema Multi Years Contract (MYC) pada tahun anggaran 2025-2027. Lingkup pekerjaan utamanya meliputi panjang fungsional jalan sepanjang 20,78 km, panjang jalan efektif 10,20 km, dari panjang jalan efektif 10,20 km tersebut 3,3 km pelebaran jalan 7,5 meter dan 7,0 meter. Aspal yang dipergunakan adalah Aspal Modifikasi Polimer PG.70 (Performance Grade 70).
Aspal Modifikasi Polimer PG.70 adalah aspal konvensional yang dicampur dengan bahan aditif elastomer atau plastomer (polimer). Material ini diformulasikan khusus oleh Kementerian PUPR untuk meningkatkan elastisitas, mencegah alur (rutting), dan tahan terhadap beban lalu lintas berat,” jelas Saparudin.
Untuk Desain Aspal Preservasi Jalan Lais – Kerkap terdiri dari AC- Bace 16 cm ( daerah pelebaran ) AC-BC (Asphalt Concrete – Binder Course) 7,5 cm, dan AC- WC ((Asphalt Concrete – Wearing Course) 5 cm. Pekerjaan Pekerasan menggunakan timbunan pilihan (sirtu) 15 cm, Base B 15 cm dan Base A 20 cm.
“Sebelum dimulainya pekerjaan preservasi ini, kondisi jalan pada ruas ini telah mengalami kerusakan di beberapa titik. Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, kerusakan disebabkan oleh tingginya intensitas kendaraan over dimension over loading (ODOL) yang tidak terkendali, “ pungkas Saparudin ( pw/red)

















