banner 728x250

“Kepala BWSS VII Tutup Mulut” Soal Proyek Abrasi Pantai Bengkulu Utara

  • Bagikan
banner 468x60

POTO DOKUMEN BWS SYMATERA VII BENGKULU

Bengkulu – Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Bengkulu Wiel Mushawiry Suryana, ST.MT, terkesan “Tutup Mulut” aias bungkam terkait pekerjaan proyek penanganan abrasi pantai di Desa Bintunan dan Serangai, Kecamatan Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara 2025.

Example 300x600

Soalnya dikonfirmasi tertulis oleh media ini Tanggal 7 Januari 2025 surat nomor:  015/RT/I/BKL/2026 Perihal : Permohonan KonfirmasI Terkait Proyek Penanganan Abrasi Pantai Di Desa Bintunan dan Serangai, Kabupaten Bengkulu Utara 2025, hingga batas waktu yang tentukan tidak memberikan jawaban.

Padahal  BWS Sumatera VII adalah unit di bawah Ditjen Sumber Daya Air yang bertugas memimpin pengelolaan sumber daya air di wilayah kerjanya, termasuk infrastruktur air baku, operasi dan pemeliharaan (O&P) SDA, serta keterpaduan pembangunan.

Diketahui proyek penaganan abrasi pantai di desa Bintunan dan Serangai Kecamatan Batik Nau Kabupaten Bengkulu Utara ini tangani Satker OP SDA Sumatera VII Provinsi Bengkulu mengunakan anggaran dana dari APBN yang notabenenya adalah uang yang dihimpun dari pajak rakyat.

Dari pemantauan dilapangan, proyek  penaganan abrasi pantai yang informasinya dikerjakan oleh PT. Kerya Jaya KSO di tiga titik lokasi mengunakan bahan matrial berupa batu kosong, dan pada titik yang sering mengakibatkan banjir rob mengunakan bahan matrial pasir dibungkus dengan Geotextile Non Woven.

Menurut warga yang tinggal dipermukiman depan lokasi pekerjaan proyek penanggulangan Banjir Rob di desa serangai pada media ini, Kamis (11/12/2025), bahwa pihak Desa Serangai awalnya mengusulkan dilokasi yang sering terjadi Banjir Rob dipasang bangunan pengaman pantai, seperti Kubus Beton atau batu gaja, agar bisa bertahan lama, ujarnya.

 “tapi entah kenapa pihak BWS Sumatera VII Provinsi Bengkulu membuat gundukan pasir berbentuk pematang dengan ketinggian berkisar lebih kurang 2 meter dibungkus dengan Geotextile Non Woven pada titik lokasi yang menimbulkan banjir rob tersebut,”ujar waga yang minta untuk tidak disebut namanya.(red)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *