Bengkulu – Jembatan Air Matan yang menghubungkan Desa Pasar Seluma dan Desa Rawah Indah, Kabupaten Seluma terjadi amblas pada 4 April 2026 lalu. Padahal jembatan ini baru diresmikan oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan pada Jumat (06/02/2026).

Informasi yang diperoleh pembangunan Jembatan Air Martan merupakan kegiatan rekonstruksi jembatan beton yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Proyek ini dikerjakan oleh PT Rodatekindo Purajaya dengan anggaran dana sekitar Rp16 miliar yang bersumber dari dana hibah pemerintah pusat tahun 2025.
Ambalasnya jembatan tersebut menjadi bahan pergunjingan warga masyarakat sekitar yang beredar luas dimedia sosial tiktok dan Facebook. Selain itu, juga di sorot oleh aktivis pengiat anti korupsi LSM Komte Pemantau Pembangunan Nasional (KPPN) Provinsi Bengkulu. LSM KPPN menduga amblasnya sebagian bangunan sisi jembatan diduga “gagal konstruksi”.
“Ketua LSM KPPN Provinsi Bengkulu, Yoyon Markoni mengatatakan ambalasnya jembatan Air Matan ini patut dilakukan penyelidikan oleh pihak – pihak terkait, apa penyebabnya, dan apa mungkin ada indikasi gagal konstruksi. Soalnya jembatan ini baru saja diresmikan oleh Gubernur Bengkulu bulan Februari 2026 yang lalu, sekarang terjadi amblas ” ujar Yoyon Markoni, Selasa ( 7/4/2026)
Yoyon Markoni berharap peristiwa ambllasnya salah satu sisi jembatan yang sudah beredar luas di media sosial, sudah selayaknya menjadi perhatian serius Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, untuk meninjau ulang amblasnya Jembatan tersebut. Karena diketahui pembangunan jembatan ini menghabiskan anggaran Rp.16 Miliar dari dana hibah pemerintah pusat melaui BPBD,” terang Oyon ( red)
.
.
















