MUKOMUKO – Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Bengkulu, Satuan Kerja Pelaksanaan jalan Nasional Wilayah I, PPK 1.1 Provinsi Bengkulu terus memacu penyelesaian proyek Preservasi Jalan Lintas Barat (Jalimbar) Sumatera.

Dari pantauan media ini hingga kuartal akhir oktober 2026, realisasi fisik pada ruas utama Batas Provinsi Sumatera Barat di kabupaten Mukomuko itu, telah menyentuh angka berkisar 75 – 80 persen secara akumulatif.
Proyek vital senilai Rp11,665 miliar ini bersumber dari APBN 2026 dan dikerjakan oleh penyedia jasa CV Primadayantara Infranusa di bawah naungan Satker PJN Wilayah I Provinsi Bengkulu (PPK 1.1). Pengerjaan ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas jalan serta mengantisipasi kerawanan bencana di sepanjang jalur perbatasan.

Pekerjaan di lapangan mengusung dua agenda penanganan utama secara simultan. Pertama, pelebaran jalan menuju standar sepanjang 1,64 kilometer guna memperlancar arus kendaraan logistik bermuatan besar. Kedua, pembangunan struktur penanganan longsoran permanen sepanjang 10 meter pada titik-titik yang selama ini dinilai rawan amblas.
“Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 1.1), Satuan Kerja PJN Wilayah I Provinsi Bengkulu, memastikan seluruh tahapan pengerasan, pengaspalan, hingga proteksi tebing memenuhi spesifikasi mutu kontrak. Jalur ini merupakan urat nadi distribusi barang antarprovinsi yang krusial bagi perekonomian Lintas Barat Sumatera,” ujarnya

Apresiasi besar datang dari pemerintah kewilayahan setempat.
“Camat Lubuk Pinang, Darmadi, SE, menyatakan sangat menyambut baik proyek strategis nasional ini karena menyentuh area pemukiman dan perbatasan langsung lintas provinsi yang berada di wilayah kecamatannya,” kata Camat, Darmadi,SE, Minggu ( 18/10/2026).
“Kami dari Pemerintah Kecamatan Lubuk Pinang mengapresiasi kinerja rekanan yang bekerja profesional, rapi, dan memperhatikan kualitas. Jalan ini merupakan urat nadi kami. Dengan adanya pelebaran jalan menuju standar dan penanganan longsoran permanen ini, mobilitas masyarakat dan arus logistik menjadi jauh lebih aman dan nyaman. Terima kasih kepada BPJN Bengkulu dan pihak pelaksana proyek,” ujar Darmadi.
Di samping memberikan apresiasi, Camat Darmadi memberikan catatan teknis yang cukup krusial terkait infrastruktur pendukung di area tersebut. Pihaknya berharap besar kepada penyedia jasa konstruksi dan pihak PPK 1.1 Provinsi Bengkulu untuk segera melakukan perbaikan pada fasilitas gorong-gorong yang berada di Jalan Lintas Barat Sumatera, tepatnya di wilayah Desa Lubuk Pinang, Kecamatan Lubuk Pinang.
Menurutnya, perbaikan atau penguatan struktur gorong-gorong ini harus dilakukan terlebih dahulu sebelum lapisan atasnya ditutup dengan pengaspalan hotmix. Hal ini dinilai mendesak lantaran struktur pembatas air bawah jalan tersebut sudah berusia tua.
“Kondisi gorong-gorong tersebut sudah lama dibangun dan kami khawatirkan akan ambruk jika langsung ditimpa aspal baru tanpa ada perbaikan struktur terlebih dahulu. Oleh karena itu, sebelum dilakukan pengaspalan hotmix, kami meminta pihak penyedia jasa dan PPK 1.1 memperbaikinya demi ketahanan jangka panjang,” tambah Camat.
Lebih lanjut, Darmadi menyampaikan harapan besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Pemerintah Provinsi Bengkulu, hingga pemerintah pusat, untuk terus konsisten melakukan perbaikan dan perawatan jalan di wilayah perbatasan secara berkesinambungan.
“Harapan kami kepada pihak kabupaten, provinsi, maupun pihak Balai adalah agar program perbaikan jalan di wilayah ini tidak berhenti sampai di sini saja. Kami berharap penanganan infrastruktur jalan terus berlanjut ke titik-titik lainnya. Hal ini sangat krusial demi memberikan rasa aman dan nyaman yang seutuhnya bagi seluruh masyarakat, terkhusus bagi warga di Kecamatan Lubuk Pinang yang setiap hari beraktivitas melintasi jalur ini,” tegas Camat Darmadi (tim/red)
















