BENGKULU – Komitmen Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Bengkulu, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II, PPK.2.1 untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di jalan Lintas Barat Sumatra hampir tuntas. Paket Preservasi Ruas Jalan Kembang Seri – Betungan – Tais kini telah mencatatkan realisasi fisik yang signifikan.

Proyek strategis ini dikelola langsung di bawah pengawasan Kasatker PJN Wilayah II Provinsi Bengkulu, Suwarno, S.T.M.T, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 2.1) Provinsi Bengkulu, Miswan, S.T.M.T. Melalui sinergi ketat bersama kontraktor pelaksana, PT Pulau Batu Intan, pihak satker terus memacu penyelesaian sisa pekerjaan di lapangan. Hingga pertengahan Oktober 2026, progres fisik pengerjaan jalan sepanjang total 51,14 kilometer ini dilaporkan telah mencapai 98 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya tepat waktu pada 31 Desember 2026.

Jalur sepanjang 51,14 kilometer ini memegang peran krusial sebagai urat nadi logistik yang menghubungkan wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah, perbatasan Kota Bengkulu, hingga Kabupaten Seluma. Untuk membiayai pembenahan berkala ini, pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp24,56 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.
Terapkan Skema Long Segment

Secara teknis, proyek ini menerapkan skema long segment yang menggabungkan beberapa jenis penanganan dalam satu kontrak demi memastikan efisiensi jalan nasional:
Pemeliharaan Rutin Kondisi (51,14 KM): Meliputi pembersihan saluran drainase, perbaikan bahu jalan, serta penambalan lubang (patching) di sepanjang koridor Kembang Seri hingga Tais demi menjaga keamanan berkendara.
Rehabilitasi Minor Jalan (9,4 KM): Difokuskan pada titik-titik rawan yang mengalami kerusakan struktural sedang atau bergelombang, khususnya di sepanjang jalan nasional Kabupaten Seluma menuju Kota Tais, berupa pengaspalan ulang (overlay) untuk mengembalikan kenyamanan berkendara.
Perwakilan kontraktor pelaksana PT Pulau Batu Intan, M. Gustam, menegaskan bahwa pihaknya selalu menempatkan aspek kualitas sebagai prioritas utama. “Dalam setiap pelaksanaan pekerjaan infrastruktur jalan nasional, komitmen kami dari PT Pulau Batu Intan adalah mengedepankan mutu. Kualitas adalah yang paling utama agar jalan ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” ujar Gustam.
Pentingnya menjaga mutu aspal ini juga menjadi atensi khusus dari jajaran pimpinan pusat. Saat melakukan kunjungan kerja ke BPJN Bengkulu, “Ketika itu, Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I Kementerian PU di jabat oleh Hendro Satrio Muhammad Kamaludin, S.T.M.T, didampingi Kepala Subdirektorat Wilayah I.B, Pinta Banua Raja Sitanggang, S.T.M.T, turun langsung melaksanakan monitoring ke lokasi proyek,” ungkap Gustam
Kehadiran tim pusat ini diterima langsung oleh Kepala Balai BPJN Bengkulu beserta jajaran pimpinan. Dalam diskusi dan evaluasi lapangan tersebut, Hendro Satrio memberikan arahan tegas mengenai pentingnya aspek kualitas demi peningkatan layanan jalan nasional ke depan. Beliau mengingatkan bahwa peningkatan layanan harus dimulai dari kualitas pengerjaan fundamental, seperti metode penambalan lubang (patching) yang baik dan benar, serta ketepatan teknik penghamparan aspal. Arahan tersebut langsung diimplementasikan oleh kontraktor di lapangan demi menjamin daya tahan jalan yang kokoh.
Dampak dari mulusnya jalur ini kini mulai dirasakan langsung oleh warga sekitar. Arman (45), warga Desa Cingri, menyambut antusias perbaikan jalan Betungan – Tais yang dibangun oleh BPJN Bengkulu ini. Menurutnya, kondisi jalur yang lancar dan bebas lubang sangat membantu mempermudah transportasi harian serta meningkatkan keamanan berkendara bagi masyarakat yang melintas setiap harinya.
Mulusnya jalan Kembang Seri hingga Tais ini menjadi bukti nyata bahwa infrastruktur yang dibangun dengan hati-hati dan mutu tinggi tidak hanya mempersingkat jarak, tetapi juga mempercepat denyut nadi perekonomian masyarakat Bengkulu menuju masa depan yang lebih maju.(pw/red)
















